Jawatan Keamanan Kemantren Gondomanan melaksankan monitoring di depo sampah THR pada Sabtu, 1 Maret 2025. 

Beberapa isu terkait dengan pengelolaan sampah di Kemantren Gondomanan, yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Berikut beberapa poin yang dapat diperhatikan:

  1. Kondisi Depo Sampah di THR:

    • Depo sampah di THR pada Sabtu, 1 Maret 2025, dilaporkan penuh dan sampah menumpuk, yang mungkin mencerminkan masalah dalam pengangkutan atau kapasitas penampungan sampah yang tidak memadai.
    • Aturan baru mengenai kartu penggerobak yang akan dibagikan minggu depan mungkin perlu dipercepat penerapannya agar dapat mencegah penumpukan sampah di masa depan.
  2. Pembuangan Sampah oleh Penggerobak:

    • Rata-rata pembuangan sampah dilakukan oleh penggerobak, yang menunjukkan bahwa warga tidak banyak melakukan pembuangan sampah secara mandiri. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidakmampuan atau ketidaknyamanan bagi warga untuk membuang sampah secara langsung ke depo.
    • Mengingat kartu penggerobak baru belum dibagikan, hal ini mungkin menjadi salah satu penyebab penggerobak menjadi lebih dominan dalam pembuangan sampah, karena mereka adalah pihak yang mengelola sampah dari rumah ke depo sampah.
  3. Penumpukan Sampah di Wilayah Timur Pertigaan Gerjen:

    • Penumpukan sampah di wilayah timur pertigaan Gerjen menunjukkan adanya masalah pengelolaan sampah di area tersebut. Mungkin perlu ada perhatian lebih lanjut terkait frekuensi pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
    • Diperlukan evaluasi terkait jadwal atau rute pengangkutan sampah untuk memastikan bahwa sampah tidak menumpuk di titik-titik yang rawan seperti ini.

Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan untuk menangani masalah ini:

  • Peningkatan Pengangkutan Sampah: Meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, terutama pada titik-titik penumpukan seperti depo THR dan wilayah timur pertigaan Gerjen, agar sampah tidak menumpuk.

  • Sosialisasi Kartu Penggerobak: Mempercepat distribusi kartu penggerobak kepada warga dan penggerobak, serta melakukan sosialisasi agar warga dapat lebih memahami cara dan waktu yang tepat untuk membuang sampah dengan sistem baru ini.

  • Pemantauan Lebih Intensif: Melakukan pemantauan lebih intensif di titik-titik rawan sampah menumpuk dan melakukan koordinasi dengan penggerobak untuk memastikan bahwa sampah diangkut dengan efektif.

  • Edukasi Warga: Memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pembuangan sampah secara mandiri dan mengikuti aturan yang berlaku untuk mencegah penumpukan sampah di depo atau titik lain.